Sabtu, 28 Februari 2009

naskah cerita


BUTTERFLY FROM PARADISE

BY

DANAR TRI YUDISTIRA

Danar adalah seorang remaja yang tidak pernah merasa bahagia. Di carinya kebahagiaan itu di mana pun dia melangkah. Namun dia tak menemukan kebahagiaan itu. Hanya sepi dan kesendirian yang ia temui. Hingga suatu hari ia menuju ke tepi danau di dekat hutan, dengan maksud ingin mencari kedamaian walaupun hanya sejenak. Dan ia pun termenung dalam kesendiriannya.

Dalam kesendiriannya itu datang seorang gadis kecil cantik bergaun putih yang sedang bermain-main. Dia sendiri, dan dia tampak gembira dengan kincir angin di tangannya. Namun danar tak sedikitpun menghiraukan gadis itu. Gadis itu pun melihat Danar. Dan dia mendekati danar yang tampak sedih. Kemudian dia duduk di samping danar dan kembali bermain kincir angin tanpa memperdulikan Danar. Kemudian gadis itu mulai bertanya pada Danar.

Gadis : Kakak kenapa... Kok kelihatannya sedih banget...? Abis di putusin pacar ya..?

Danar : (terdiam, tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepala) Kakak gak di putusin pacar,.. tapi kakak memang lagi sedih...

Danar terdiam, tapi gadis itu tetap ceria dengan kincir anginnya. Dan Danar melanjutkan cerita kesedihanya itu.

Danar : Aku lelah.... lelah mencari kebahagiaan... aku rasa, aku adalah orang yang tidak memiliki kebahagiaan dalam hidup ini. Semua telh aku lakukan untuk mendapatkan kebahagiaan itu. Tapi aku sama sekali tak menemukannya Mengapa kebahagiaan selalu menjauhiku? Apa aku tidak pantas untuk merasakan kebahagiaan?

Dan akhirnya dia terdiam... namun gadis itu seolah tak menghiraukan Danar. Beberapa saat kemudian akhirnya gadis itu menyahut.

Gadis : (Tersenyum) Kakak tau nggak...? di Sebelah sana ada taman bunga yang luas,... disana banyak sekali bunga-bunga yang cantik. Disana juga banyak kupu2 yang ceria... kalau kakak ingin mendapatkan kebahagiaan, tangkapkan hidup-hidup seekor kupu-kupu dengan tangan kakak sendiri untukku. Dan nanti aku akan memberikan kebahagiaan untuk kakak.

Danar seolah tak percaya dengan apa yang dikatakan gadis itu. Namun akhirnya Danar mulai bangkit dan perlahan dia langkahkan kakinya menuju taman itu. Ternyata benar,di tempat itu Danar melihat banyak sekali kupu2 yang cantik sedang beterbangan. Dengan perlahan di tangkapnya seekor kupu di atas mawar. Hup... namun gagal,.. dicobanya lagi dan lagi.. gagal, gagal,dan terus gagal... Dia merasa lelah tapi dia pantang menyerah... dan dia kembali mencoba dengan memaksa... Semakin lama semakin banyak kupu-kupu yang datang ke tempat itu.. Dia semakin bersemangat, dan diincarnya seekor kupu yang paling cantik, di kejarnya kupu-kupu itu kemanapun dia terbang.. Tanpa sadar dia telah merusak beberapa bunga di taman itu. Tapi dia tak peduli... dia trus berusaha mengejar kupu2 itu. Yang dia pikirkan hanya bagaimana ia bisa menangkap kupu-kupu itu hingga ia bisa mendapatkan kebahagiaan yang selama ini ia cari.

Dari kejauhan gadis kecil itu tersenyum memperhatikan Danar. Dan kemudian ia menghampiri danar.

Sesampainya dia di taman itu, tampak puluhan kupu-kupu terbang menghampirinya. Seolah-olah mereka berlindung pada gadis itu dari terkaman Danar yang semakin beringas. Danar terpaku melihat apa yang dia lihat, dan gadis itu menegur danar..

Gadis : Jadi begini cara kakak mencari kebahagiaan..?dengan memaksa dan semakin memaksa. Tanpa memikirkan hal-hal di sekitar kakak. Lihatlah.. berapa bunga yang telah kakak rusak? Berapa banyak yang mati sia-sia? Biarkan mereka terbang dengan bebas, dan biarkan mereka mendapatkan kenyamanan. Aku yakin, dengan melihat kupu-kupu yang sedang terbang dengan cantik itu, maka dengan sendirinya kakak akan merasa bahagia.

Kemudian gadis itu mendekati danar.

Gadis : Kakak tidak perlu memaksakan kehendak untuk mencari kebahagiaan itu, karena kebahagiaan itu sendiri ada di hati kakak. Ini aku beri kakak satu kebahagiaan yang harus kakak jaga. (sambil memberikan kincir angin)

Kemudian gadis itu pergi meninggalkan danar dan terbang bersama kupu-kupu di belakangnya. Bersamaan dengan perginya gadis itu taman bunga yang telah rusak karena ulah danar kembali ke keadaan semula……

Danar tertegun dan takjub menyaksikan semuanya… Dan tampak senyum kebahagiaan dalam wajah Danar.

~Tamat~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar